Rabu, 11 Agustus 2010

Pergi Berlibur Saat Kabut Asap Melanda, Walikota Moskow Didesak Mundur

Moskow - Pihak oposisi Rusia mendesak pengunduran diri Walikota Moskow Yuri Luzhkov. Gara-garanya, Luzhkov malah pergi berlibur pekan lalu di saat kabut asap melanda Moskow.

Namun Luzhkov yang pada Selasa, 10 Agustus waktu setempat telah mulai kembali bekerja, menanggapi santai desakan mundur tersebut. Dikatakannya, tak ada yang harus disalahkan atas krisis ini kecuali kekuatan alam.

"Ini tantangan baru dari surga," kata Luzhkov kepada harian Rusia, Izvestiya seperti dilansir AFP, Rabu (11/8/2010).

Sekembalinya dari acara liburannya, Luzhkov pun menemui Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin. "Situasinya tidak mudah, namun bisa terkendali," kata Luzhkov kepada Putin.

Putin pun merespons dengan memuji walikota Moskow tersebut karena mempersingkat liburannya dan kembali pada "waktu yang tepat."

Sebelumnya pada pekan lalu, ketika kebakaran hutan di Moskow menimbulkan kabut asap tebal, Luzhkov malah pergi berlibur.

"Apa masalahnya? Apakah kita mengalami semacam situasi darurat, semacam situasi krisis? Apa masalahnya di Moskow?" ujar juru bicara Luzhkov pada media LifeNews pada 6 Agustus lalu.

Gelombang panas yang melanda Moskow dan wilayah-wilayah Rusia lainnya telah menimbulkan kebakaran hutan yang luas.

Kementerian Darurat Rusia menyatakan, para petugas pemadam kebakaran hingga kini terus berjuang memadamkan 557 lokasi kebakaran yang luasnya mencakup 1.740 hektar. Menurut juru bicara kementerian, sebanyak 42 pesawat dan hampir 166.000 orang dikerahkan untuk memadamkan api.

Terkait kebakaran hutan tersebut, Menteri Pertanian Rusia Yelena Skrynnik telah memecat kepala manajemen hutan untuk Moskow dan provinsi-provinsi sekitarnya.

0 komentar:

Posting Komentar